Bagiku kau adalah hujan
Yang selalu datang dan pergi tanpa pernah kutahu
Yang hadir diiringi awan hitam dan tirai alam yang teramat halus
Menyeruak menghembuskan hawa sejuk tentramkan jiwa
Bagiku kau adalah hujan
Yang semarakkan dunia dengan kilau beningmu
Menyelubungkan gelap sekaligus harapan
Lirih datang mengendap- endap dan hilang tanpa berperi
Kau adalah hujan
Yang bahkan hadirmu kadang timbulkan kelam
Apalagi jika kulihat sang awan yang setia mengiringmu
Bahkan tak sayang korbankan semaraknya untukmu
Ya, kau adalah hujan
Maka tetap kubiarkan kau menghilang
Tetap tak ku acuhkan kau yang hanya sekejap datang
Jatuh, luruh dan hilang di dalam kelam
Yang mungkin hanya tinggalkan sedikit tetes dan kesejukan di nuraniku yang terdalam
Karena kau adalah hujan
Yang kutemukan tanpa pernah perlu kuminta
Maka tak pernah tersirat sedikitpun di pikirku untuk temuimu di atas awan sana
Karena hujan tak kan pernah abadi
Toh dia akan pergi, tergantikan oleh matahari atau pelangi
Yang mungkin lebih di nanti dan di puja
Karena bukankah tak ada hujan yang abadi?
Maka akan tetap kubiarkan kau menjadi hujan
Yang selalu luruh, teduh dan samarkan peluh
Karena kau harus tetap menjadi hujan
Biarlah..
Cukup kau sebagai hujan saja...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar