Minggu, 24 Agustus 2014

CERITA SEMANGKUK INDOMIE




Ada cerita dalam semangkuk Indomie. Tentang aku, kamu dan suatu sore ketika senja tiba. Tentang kita dan sebuah rasa yang tertunda.
Semangkuk Indomie punya cerita, tentang canda hangat yang mengalir mengalahkan derasnya hujan di sekitar kita. Tentang senyum maklum yang selalu terkulum kala kau tunggu kuhabiskan mie dalam mangkukku.
Tentu saja ada cerita dalam semangkuk Indomie. Mungkin tentang kisah kita yang panjang seperti mie yang terlanjur lupa diremuk sebelum memasaknya. Atau tentang harapan-harapan yang terlalu lumer layaknya bumbu dalam mie yang kita nikmati bersama. Hmm.. barangkali termasuk rasa istimewa layaknya telur yang biasa kita pesan sebagai pelengkapnya. Bisa juga tentang kita yang umpama minyak dan air, tak bisa bersatu namun bisa berdampingan dalam semangkuk mie yang lezat. Ah, kalau yang terakhir itu sepertinya memang tagline dari iklan Indomie yang selalu aku tonton dalam televisi.
Ah, cerita kita memang sesederhana itu. Semangkuk Indomie yang selalu bisa dipesan saat sore ketika hujan tiba. Tak perlu pasta, steak, muffin, cappuccino, latte. Cukup semangkuk Indomie dengan teh hangat yang menemaninya. Sungguh, itu saja sudah cukup untuk menghadirkan kau dan senyum menenangkanmu. Semangkuk Indomie selalu bisa membuatku berterimakasih, atas kesempatan untuk saling mengenal, atas kisah yang pernah tertulis. Dan sekarang hanya bisa berharap, suatu saat nanti, dapat ku nikmati lagi,  semangkuk Indomie dari satu mangkuk untuk kita berdua..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar