Ada cerita dalam semangkuk Indomie. Tentang aku, kamu dan suatu
sore ketika senja tiba. Tentang kita dan sebuah rasa yang tertunda.
Semangkuk Indomie punya cerita, tentang canda hangat yang
mengalir mengalahkan derasnya hujan di sekitar kita. Tentang senyum maklum yang
selalu terkulum kala kau tunggu kuhabiskan mie dalam mangkukku.
Tentu saja ada cerita dalam semangkuk Indomie. Mungkin
tentang kisah kita yang panjang seperti mie yang terlanjur lupa diremuk sebelum
memasaknya. Atau tentang harapan-harapan yang terlalu lumer layaknya bumbu
dalam mie yang kita nikmati bersama. Hmm.. barangkali termasuk rasa istimewa
layaknya telur yang biasa kita pesan sebagai pelengkapnya. Bisa juga tentang
kita yang umpama minyak dan air, tak bisa bersatu namun bisa berdampingan dalam
semangkuk mie yang lezat. Ah, kalau yang terakhir itu sepertinya memang tagline dari iklan Indomie yang selalu
aku tonton dalam televisi.
Ah, cerita kita memang sesederhana itu. Semangkuk Indomie
yang selalu bisa dipesan saat sore ketika hujan tiba. Tak perlu pasta, steak,
muffin, cappuccino, latte. Cukup semangkuk Indomie dengan teh hangat yang
menemaninya. Sungguh, itu saja sudah cukup untuk menghadirkan kau dan senyum
menenangkanmu. Semangkuk Indomie selalu bisa membuatku berterimakasih, atas
kesempatan untuk saling mengenal, atas kisah yang pernah tertulis. Dan sekarang
hanya bisa berharap, suatu saat nanti, dapat ku nikmati lagi, semangkuk Indomie dari satu mangkuk untuk kita
berdua..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar