Aku selalu percaya bahwa selain keajaiban yang dibuat oleh Tuhan ada suatu
jenis keajaiban yang lain, “Suatu keajaiban yang diciptakan oleh tangan
manusia”.
Mereka begitu sederhana.
Bisa hanya berupa senyum menenangkan yang kita persembahkan di tengah galau
teman tercinta.
Atau hanya sebuah genggaman dan pelukan hangat untuk sekedar meredakan
lelah mereka.
Keajaiban itu ada setiap hari, dalam setiap langkah kita. Dalam setiap
kedamaian yang kita rasakan tiap angin berhembus. Bahkan percaya atau tidak, dia
bahkan hadir ketika hal yang tak pernah kita sangka terjadi. Guru nggak jadi
datang di saat ulangan dimana semalam kita nggak belajar gara- gara nonton film
korea juga bisa jadi keajaiban bukan? Hoho...
Yah, walaupun tetap dibelakang semua itu ada kekuatan Maha Besar yang
mengaturnya. Ada tangan tak terlihat yang menggerakkan polah tiap manusia untuk
menghasilkan kejaiban itu.
Seperti halnya kelip seribu lampu yang tampak begitu indah malam ini. Seribu
lampu yang mungkin “diciptakan” untuk menggantikan cahaya bintang yang nggak
bakal keliatan di tengah gemerlap kota ini. Tapi rupanya, keajaiban dan
kedamaian bintang itu diciptakan dalam bentuk lain. Yang juga nggak kalah
indah, yang tetap memberi rasa “wow” dan takjub di hati. Kejaiban, yang seperti
biasanya, selalu menimbulkan rasa syukur karena terlahir dan menjalani hidup di
bumi ini.
Terimakasih buat kesempatan untuk melihat dan menyadari satu lagi bentuk
keajaiban yang lain, Tuhan.. ^^
# menikmati dinginnya Semarang dalam perjalanan pulang dari kota lama
Semarang, 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar