Seperti biasa, kau adalah
coffee latte.
Pahit, hitam, penuh
misteri,tapi dengan sedikit rasa manis yang menggodaku.
Seperti halnya coffee
latte, selalu ada perasaan berdebar setiap menjumpaimu.
Mungkin seperti halnya
coffee latte,
membuatku ingin segera
menghabiskannya selagi hangat,
tentunya dengan resiko
akan cepat habis.
Atau bisa saja aku menyimpannya.
Hingga esok, lusa, minggu
depan, tahun depan atau entah kapan.
Tapi, tentu saja akan
terlanjur dingin.
Hingga mungkin terlanjur
enggan aku menyentuhnya.
Jadi, sampai kapan kau
akan tetap jadi coffee latte?
Ah, entahlah.
Yang ku tahu pasti aku
masih setia menunggu saat-saat mendebarkan,
Selalu, saat menatap,menghirup
aroma dan menyesap sedikit kepahitan dari coffee latte itu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar