Jumat, 14 Juni 2013

AKU, TITIK BALIK, DAN KALIAN ^^



Mereka menyebut itu “turning point”. Sebagian yang lain menyebutnya sebagai “titik awal”. Tapi aku lebih suka menyebutnya sebagai “titik pandang”. Ya, memandang secara lebih jeli hidup ini. Mencoba memandang dari suatu sudut berbeda dalam menyikapi segala hal.

Kau tentu tahu rumah kaca bukan? Sebuah rumah bertutup berpuluh-puluh kaca yang menimbulkan ilusi akan diri kita di segala sudut. Sebuah tempat yang memungkinkan diri kita terpantulkan dari depan-belakang-kanan-kiri. Sebuah gambaran seperti apakah seharusnya kita memandang suatu hal, dengan teliti, titis dan mempertimbangkan segala kemungkinan.

Aku sudah terlalu lama hidup dengan berkacamata kuda. Hidup terjebak dalam pengkotak-kotakan yang terlanjur memasyarakatkan antara “baik” dan “buruk”. Dulu, bagiku jika “tak baik” berarti “buruk”,atau sebaliknya. Mutlak. Tak pernah sekalipun terpikir apakah ada alasan di balik setiap kata itu. Lalu rupanya Tuhan yang terlalu baik kepadaku menunjukkan kuasaNya. Dia menempatkanku pada suatu persimpangan yang membuatku menemukan suatu kotak pandora berisi kekuatan untuk membuka pemahamanku.

Lalu bertemulah aku dengan orang-orang hebat itu. Sosok-sosok yang memberikan padaku pemahaman lain tentang hakikat kehidupan. Membuatku tersadar, hei betapa luasnya dunia ini! Ternyata di luar sana banyak hal hebat dan menarik yang bisa kutemukan. Dari mereka aku belajar tentang arti kebijaksanaan, kepedulian, keteguhan prinsip, cinta, kesetiakawanan, dan hal lain dari sudut yang berbeda. Hingga 3 bulan yang singkat itu kurasa cukup membuatku “melek”, cukup membuatku tertohok dan membuatku bertekad menjadi lebih baik lagi. Enthlah, padahal sederhana saja bukan? Hanya dari pertemuan tak sengaja dari tiupan takdir yang mempertemukan kami di sini. Mungkin itulah salah satu kuasa Tuhan, bahwa jika Dia berkehendak jadi maka jadilah. Lewat jalan apapun itu. So, here I am! Dalam suatu jalan yang Insya Allah telah kupilih dengan lebih mantap. Dalam satu tujuan hidup yang lebih terarah. Semoga.

Special thanks to:
Tante “Nuni”, untuk setiap gambaran dan cerita tentang dunia luar sana yang “amazing”, untuk setiap kuliah tentang konsep baik dan buruk, aku suka sekali teorimu tentang keseimbangan bahwa tiap orang itu adalah dua sisi: baik dan buruk, hanya sisi manakah yang kita “kebetulan” tahu dari orang tersebutlah yang sering memicikkan dan mengurung penilaian kita. Selalu jadi “big tante ceria” yang aku kenal ya, Tante. Aku sayang Tante, tak peduli apa pendapat orang tentang kamu.
Ummi “Rully”, untuk setiap kajian pagi,siang,sore yang tak ada hentinya. Terimakasih untuk waktu bergalau bersama. Rasanya senang bisa berbagi cerita denganmu. Bisa sedikit mengintip dunia damaimu yang selama ini rasanya untouchable. Aku ingin masuk ke sana, Umi. Ingin merasakan damainya berada di antara orang-orang hebat sepertimu. Doakan suatu saat bisa ya, Umi. Setidaknya agar aku bisa menjadi sedikit lebih hebat, sepertimu. You are one of my inspiration! Salut untuk kebebasanmu di tengah tempat yang bagi sebagian yang lain akan terasa seperti penjara.
Dedek “Agan”, untuk kesempatan mengenal lagi arti kepolosan. Aku kagum dengan sikapmu menyikapi setiap tingkah orang disekitarmu. Benar-benar lurus, bersih, tak ada prasangka buruk yang membuat hati busuk. Suka sekali “slow mode on” mu itu, Gan. Berharap Agan akan selalu lurus, bersih, apa adanya seperti yang aku kenal.

Dan akhirnya aku tahu alasan aku di takdirkan di sini: untuk bertemu Charlie’s Angels hebat seperti kalian dan belajar lebih dari kalian. Terimakasih untuk segalanya. Senang melewatkan sekali lagi masa putih biru dengan orang-orang hebat seperti kalian. Sayang kalian.... ^^

#Juni 2013,
mengenang PPL menakjubkan di kota harapan setaun yang lalu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar