Senin, 16 September 2013

MELEPAS LAUT





Dreams...,don’t turn to dust...
Jangan pernah...
Tapi mengapa rasanya semakin sulit untuk menggenggamnya, semakin ku genggam erat semakin dia lepas saja. Ah, benar-benar seperti menggenggam pasir rasanya.

Mungkin benar, selamanya langit tak akan pernah bisa bertemu laut, tak kan pernah bisa menyentuhnya, mustahil membelainya. Langit hanya bisa mendengar gemuruh suara ombaknya, dia hanya bisa menyapa lewat matahari kala senja. Hanya bisa mencium bau asinnya yang dititipkan angin. Hanya bisa menyentuh sedikit dinginnya lewat usapan awan.

Karena selamanya langit tak akan pernah bisa menyentuh laut. Maka walau seindah apapun perpaduan keduanya ketika jingga tiba, semua hanya fatamorgana saja. Ilusi semata. Laut terlalu damai dengan butir-butir pasirnya, dan langit terlalu nyaman dengan birunya.

Karena langit tak akan pernah bisa bersatu dengan laut, maka kali ini mungkin dia harus menerima suratan takdir yang ada. Yah, mungkin langit harus cukup dengan memandangnya saja, menikmati setiap deburan halus yang menampar-nampar kesadarannya. Melepas ombak hatinya. Toh langit masih punya bintang, dia masih punya bulan, dan masih bisa berharap bilamana pelangi tiba menemaninya.

Biarkan laut tetap bergemuruh di sana....

Selamat berbahagia di angka 23 ini, Laut. Kutitipkan serangkaian doa lewat Sang Pencipta di atas sana. Benar-benar akan kulepas engkau dalam sebuah kerelaan. Terimakasih untuk kesempatan mengenal bentuk lain kekaguman lewat setiap kesahajaanmu. Terimakasih karena aku bisa mengenangmu dengan sebuah senyum kebahagiaan, bukan tangis kesedihan. Setidaknya Tuhan pernah menunjukkan indahnya dan tenangnya laut padaku. Semoga akan kutemukan ketenangan dan “tingling feeling” itu lagi, pada waktu dan kesempatan yang lebih tepat. Pada saat ketika aku tak harus memangkas tunas-tunas harapan ini hingga tuntas. Terimakasih laut untuk semuanya, terimakasih my lullaby, my bee...

*Sepotong ungkapan terakhir untuk Laut pada tahun ke 23 dia dilahirkan di dunia ini dan tahun ke 7 debur ombaknya mengusik Langit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar